Selama
10 tahun pemekaran berjalan, Metro mampu mengembangkan diri menjadi
kota yang maju dari aspek pembangunan infrastruktur, pertumbulian
ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Khusus tentang infrastruktur, Metro
mewarisi peninggalan Belanda yang infrastrukturnya relatif teratur dalam tata
ruang ataupun tata kota. Selain itu, Pemerintah Kota Metro
melangsungkan pembangunan dengan mengikuti tata ruang yang direncanakan.
Pengamat ekonomi dari Universitas Lampung mengatakan, Metro juga
menjadi kota yang terus berkembang karena didukung sumber daya manusia yang memahami kebutuhan kota.
MENELUSURI
jalan-jalan di Metro terkesan tata kotanya asri. Saat ini Metro sedang
meletakkan dasar bagi perkembangan sebuah kota masa depan. Ruang publik
dan hutan kota dirawat dan ditambah untuk paru-paru kota dan tempat
komunikasi warga. Jalan protokol dan jalan utama dihijaukan. Ruas jalan
masuk dan keluar Metro dilebarkan. Pelebaran dan pengaspalan Jalan
Jenderal Sudirman (Gajar Agung dst) telah selesai dirampungkan,
sedangkan Jalan Alamsyah Ratu Perwiranegara (dulu disebut Jalan Unyi)
kini dalam tahap penyelesaian. Sarana jalan bagi kelancaran arus lalu
lintas sangat penting artinya bagi kota yang dikenal sebagai kota
penting kedua di Lampung. Tapi kalo jalan di 22 depan Brimob itu masih
kayak dulu gak ya?
Metro
tidak hanya menjadi tempat mencari nafkah penduduknya. Penduduk
kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah ini, Lampung Tengah
dan Lampung Timur, mencari nafkah dengan berdagang dan menjual jasa.
Karena itu, di siang hari penduduk Metro lebih banyak dibanding jumlah
penduduk resminya.
Terletak
52 kilometer dari Bandar Lampung, Ibu Kota Provinsi Lampung, Metro juga
dikenal sebagai kota pendidikan. Setiap pagi angkutan umum dari Lampung
Timur dan Lampung tengah penuh dengan pelajar yang menimba ilmu di kota
tenang dan nyaman ini. Demikian sebaliknya di siang hari saat bubaran
sekolah. Angkutan kota tersebar ke segala penjuru wilayah yang
mempermudah mobilitas penduduk Metro. Kalau aku angkot favoritnya sih
warna abu-abu arah Ganjar Agung yang gak lama ngetem-nya, bukan kayak
mobil kuning Wates atau angkot ungu arah 21c. Ha..ha…
Bagi
yang berminat kuliah di perguruan tinggi di kota yang pendapatan
perkapita tahun 2002 sebesar Rp 2,4 juta, terdapat beberapa perguruan
tinggi negeri dan swasta, di antaranya Universitas Muhammadiyah Metro,
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Agus Salim, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam
Negeri, Sekolah Tinggi Pertanian, Akademi Pertanian, dan PGSD Unila.
Kini pemerintah Kota Metro sedang mengupayakan Universitas Lampung
membuka Fakultas Hukum di Metro.
Sejarah
panjang Kota Metro telah mengantarkan wilayah yang dulunya bedeng
bermetamorfosis menjadi sebuah kota yang sebenarnya. Sebuah wilayah
dengan pusat konsentrasi penduduk dengan segala aspek kehidupannya mulai
dari bidang pemerintahan, sosial politik, ekonomi dan budaya. Ciri kota
yang sangat menonjol adalah fisik wilayah yang telah terbangun,
tersedianya fasilitas sosial dan public utilities, serta mobilitas penduduk yang tinggi.
0 komentar:
Posting Komentar